Minggu, 11 Februari 2018

Suka Balap Motor Sejak SD *Iva Amelia, Pembalap Wanita Asal Jember

SHARE
Jember, Motim. Dunia balap motor identik dengan olahraga ekstrem yang hanya dicintai dan diminati oleh para lelaki. Terlebih lagi, kecintaan pada balap motor menunjukkan sisi kejantanan dan keberanian dari seorang lelaki sejati. 

Namun dunia balap motor bagi seorang wanita bernama Iva Amelia (19), jauh dari kata jantan ataupun kesan macho. Menurutnya, sosok feminin juga bisa menjadi seorang pembalap professional.
Dara cantik kelahiran Jember, 27 Juni 1998 ini mencintai dunia balap motor sejak kelas 3 SD. Saat itu, usianya baru umur 9 tahun. “Saya dari kecil itu professional balap motocross. Tetapi sejak tahun 2017 ini saya sekarang professional balap di roadrace,” ujar Iva kepada Memo Timur, Minggu siang (11/2).

Ia menjelaskan, alasan kepindahannya dari dunia balap motocross ke dunia balap roadrace adalah untuk meningkatkan kemampuan dan talentanya dalam dunia balap motor. Dari kesederhanaan yang ditunjukkan oleh dara cantik ini, tidak sekalipun menunjukkan sisi tomboy dari seorang wanita. “Kalau dulu saat masih kecil dan masa-masa SMP, saya tomboy banget. Tetapi sejak masuk masa-masa SMA, ya mulai memikirkan sisi feminin, agar muncul ceweknya,” ucapnya tersenyum.
Sejak masih umur 9 tahun hingga sekarang, puluhan trophy sudah diraih oleh Iva. Dirinya mengenal dunia balap motor, setelah menonton tayangan balap motor yang diikuti oleh seorang pembalap motor wanita di luar negeri.

“Jika pembalap motor cewek itu bisa, kenapa saya gak? Akhirnya saya memberanikan diri untuk mencoba. Awalnya takut untuk naik motor, tapi setelah dicoba seru. Alhamdulillah untuk kecelakaan motor, tidak sampai parah, karena pastinya safety first, paling parah terkilir atau keseleo itu. semoga aman sampai seterusnya,” ujarnya.

Dari ajang balap motor yang diikuti, 40 trophy kejuaraan lebih sudah banyak diraihnya. Namun itu semua tidak membuatnya sombong atau bahkan menyepelekan lawan-lawannya saat balapan.
“Alhamdulillah saya sudah banyak meraih trophy, semuanya itu dari juara tingkat kabupaten, dan even-even nasional. Alhamdulillah peringkatnya 1 dan 2, bahkan untuk di dunia balap roadrace, belum genap satu tahun saya sudah meraih 12 trophy juara 1 dan 2. Semoga semakin baik setelah di Jember ada Federasi balap motor yang menaungi,” ungkapnya.

Perlu diketahui, sejak Iva kecil mengenal dunia balap, dirinya dengan terpaksa harus berlatih balap motor di luar Jember. Karena di Jember belum ada sarana dan prasarana yang baik dan aman untuk dirinya melakukan balap motor. “Kalau motocross sebagai latihan fisik saya, ada sarana lahan kecil-kecilan. Tetapi untuk roadrace, biasanya sehari sebelum balapan, paling dekat latihan di Bondowoso, atau terpaksa di jalan raya itu, bersama dengan teman-teman menutup akses jalan. Terpaksa itu, karena bagaimana lagi, mau latihan balapan tidak ada sarananya,” ungkap cewek lulusan SMKN 1 Jember ini jujur.

“Tetapi dengan adanya Federasi Olahraga Balap Motor Jember yang baru dibentuk ini, semoga pemerintah dan pihak Polres Jember bisa mensupport kami para pembalap ini. Karena dunia balap motor tidak selalu berasumsi negatif, karena ada sisi positifnya,” sambungnya.

Dengan banyaknya prestasi yang diraih Iva, dirinya pun sering direkrut oleh tim-tim balap motor nasional di luar daerah. Bahkan mimpi dan cita-citanya untuk bisa melaju dan bertanding balap motor dengan idolanya sejak kecil, bisa tercapai setelah meraih prestasi yang diraihnya itu.

“Saya ngefans dengan pembalap motorcross cowok dari Tulungagung, namanya Aam Haris. Eh gak tahunya sampai sekarang saya bisa satu tim dengan dia. Itu kebanggaan saya,” ungkapnya. (cw2)      

SHARE

Author: verified_user

0 komentar: