Senin, 22 Januari 2018

Dihantam Grandmax, Pasutri Tewas Mengenaskan

SHARE


Situbondo, Motim
Jalan raya Situbondo kembali menelan korban jiwa. Gara-gara menghindari seekor kucing, sebuah pickup jenis Daihatsu Grand Max P 9066 AC menabrak sepeda motor, sebelum akhirnya menghantam sebuah rumah warga di tepi jalan raya Desa Gunung Malang, Kecamatan Suboh. Akibat benturan keras dua kendaraan tersebut, dua orang pengendara motor tewas mengenaskan dengan sejumlah luka parah.

Dua korban meninggal adalah pasangan suami isteri (pasutri) asal Desa Sumberkembang, Kecamatan Pakuniran, Probolinggo. Si suami, Santi Aji (45), tewas seketika di lokasi kejadian. Sementara istrinya, Hamidah (45), nyawanya tidak terselamatkan setelah beberapa saat menjalani perawatan ineltensif di RSUD Besuki. Keduanya sama-sama menderita luka parah di beberapa anggota tubuhnya.

Sementara kondisi rumah milik Muhammad Sadani (38), juga mengalami sejumlah kerusakan. Selain pada bagian tembok dapur, tiang rumah toko (Ruko) itu juga patah.

“Kejadiannya Jumat malam, anggota bersama warga langsung mengevakuasi dua korban ke RSUD Besuki. Sabtu (20/1) siang kami baru selesai melakukan olah TKP dan mencari saksi tambahan, sekaligus menginventarisir kerusakan bangunan dan kendaraan,” kata Kanit Laka Satlantas Polres Situbondo, Ipda Teguh Santoso saat dihubungi, Minggu (21/1).

Keterangan yang berhasil dihimpun menyebutkan, insiden kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 21.30 malam. Saat melintas di jalan raya Desa Gunungmalang, pickup Grandmax warna hitam melaju cukup kencang, mendadak muncul seekor kucing menyeberang. Karena kaget, sopir pickup, Mursidi (43), warga Wringin Bondowoso, langsung berusaha menghindar dengan cara banting setir.


Ironisnya begitu menghindari kucing, pada waktu yang bersamaan dari arah berlawanan muncul sepeda motor Yamaha Jupiter Z nopol N 4993 QN yang dikendarai pasutri Santi Aji - Hamidah. Karena jaraknya yang sangat dekat, kecelakaan dua kendaraan itu pun tak bisa terhindarkan. Usai bertabrakan dengan sepeda motor, laju pickup tetap tak terkendali. Pickup baru berhenti setelah menabrak rumah milik Muhammad Sadani.

“Satu korban meninggal di TKP dan satu lagi meninggal di rumah sakit. Dugaan sementara kecelakaan dipicu pengemudi kendaraan pickup yang tidak konsentrasi terhadap situasi arus lalu lintas di depannya dan melaju dengan kecepatan tinggi. Tapi kepastiannya tetap  masih dalam penyelidikan. Untuk dua kendaraan yang terlibat sudah kami amankan sebagai barang bukti,” tegas Ipda Teguh.(gik)

SHARE

Author: verified_user

0 komentar: